Di Bawah Arahan Kompol Robby Setiadi Purba, Polisi Datang ke Masjid sebagai Jamaah

 


PADANG
 | Waktu subuh di Masjid Jihad Muhammadiyah, Kecamatan Lubuk Begalung, berjalan seperti biasa. Jamaah datang satu per satu, sebagian masih dengan mata yang berat, sebagian lagi membawa anak kecil. Di antara mereka, ada personel Polsek Lubuk Begalung yang ikut mengambil wudu dan berdiri di saf yang sama.

Tidak ada panggung, tidak ada atribut berlebihan. Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di masjid ini dijalankan dengan cara sederhana—seperti subuh pada umumnya. Polisi datang sebagai jamaah, bukan sebagai pejabat.

GSB merupakan atensi Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. dan Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, S.I.K., M.H., yang diterjemahkan di tingkat bawah sebagai upaya mendekatkan polisi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di Polsek Lubuk Begalung, pendekatan itu diarahkan oleh Kapolsek Kompol Robby Setiadi Purba agar dijalankan tanpa kesan formalitas. Baginya, kehadiran polisi di masjid bukan untuk dilihat, tetapi untuk menyatu.

Melalui GSB, personel Polsek Lubuk Begalung diajak membangun kebiasaan hadir di ruang-ruang sosial warga. Masjid menjadi tempat yang alami untuk bertemu, menyapa, dan saling mengenal tanpa jarak.

Pendekatan ini berangkat dari kesadaran sederhana: rasa aman tumbuh ketika hubungan terjalin. Polisi tidak selalu harus berbicara soal hukum; terkadang cukup dengan duduk berdampingan dan mendengarkan.

GSB juga menjadi ruang refleksi bagi personel. Subuh yang hening memberi waktu untuk menata niat sebelum kembali menjalankan tugas yang kerap berhadapan dengan beragam persoalan masyarakat.

Warga pun menyambut kegiatan ini dengan terbuka. Tidak sedikit yang merasa lebih nyaman ketika mengenal polisi sebagai sesama jamaah, bukan semata-mata aparat berseragam.

Apa yang dilakukan Polsek Lubuk Begalung melalui GSB bukan tentang citra, melainkan tentang kehadiran. Tentang polisi yang datang tanpa jarak, tanpa sorotan, dan tanpa kepentingan lain selain kebersamaan.

Di bawah arahan Kompol Robby Setiadi Purba, Gerakan Subuh Berjamaah terus dijaga sebagai kebiasaan, bukan agenda. Polisi hadir apa adanya—sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

Karena pada akhirnya, keamanan tidak hanya dibangun dari patroli dan penindakan, tetapi juga dari hubungan yang tumbuh pelan-pelan, sejak subuh, dari masjid, dan dari rasa saling percaya.


TIM RMO

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak