SUMBAR | Perjalanan pengabdian AKBP M. Faisal Perdana memasuki lembaran baru. Perwira menengah Polri yang selama ini memimpin Polres Solok Selatan kini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakapolrestabes Semarang, Polda Jawa Tengah, berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1421 sampai ST/1427/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026. Penugasan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam rotasi besar yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Bagi seorang anggota Polri, perpindahan tugas bukan sekadar pergantian jabatan. Di balik keputusan itu tersimpan bentuk kepercayaan institusi terhadap rekam jejak, dedikasi, dan kemampuan seorang perwira dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Itulah yang kini mengiringi langkah AKBP M. Faisal Perdana menuju Kota Semarang.
Jabatan Wakapolrestabes Semarang merupakan posisi yang memiliki peran sentral di lingkungan Polda Jawa Tengah. Sebagai ibu kota provinsi, Semarang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, industri, hingga mobilitas masyarakat yang berlangsung hampir tanpa henti. Kondisi tersebut menuntut kesiapan kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta koordinasi yang kuat dalam menjaga stabilitas keamanan.
Dalam struktur organisasi, Wakapolrestabes memiliki tanggung jawab besar mendampingi Kapolrestabes dalam mengendalikan roda organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum, serta memastikan setiap program kepolisian berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selama mengemban amanah sebagai Kapolres Solok Selatan, AKBP M. Faisal Perdana dikenal membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pemuda, hingga berbagai komunitas. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan kebersamaan menjadi bagian dari gaya kepemimpinannya.
Di berbagai kesempatan, ia juga mendorong terciptanya situasi keamanan melalui kolaborasi lintas sektor. Baginya, menjaga kamtibmas tidak hanya menjadi tugas kepolisian semata, melainkan hasil dari sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.
Promosi ke Semarang menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap perjalanan pengabdian yang telah dijalani. Penempatan tersebut sekaligus membuka ruang pengabdian yang lebih luas dengan tantangan yang semakin dinamis di salah satu kota terbesar di Indonesia.
Rotasi yang dilakukan Kapolri sendiri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang telah menjadi tradisi di tubuh Polri. Selain memberi kesempatan pengembangan kompetensi personel, kebijakan tersebut juga bertujuan memperkuat organisasi melalui regenerasi kepemimpinan dan penyegaran di berbagai satuan kerja.
Seiring penugasan baru AKBP M. Faisal Perdana, tongkat estafet kepemimpinan Polres Solok Selatan selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Andreanaldo Ademi, yang sebelumnya menjabat Kapolres Pariaman.
Perubahan itu kemudian berlanjut di Polres Pariaman. Jabatan Kapolres kini akan diemban AKBP Agung Pranajaya, yang sebelumnya memimpin Polres Solok.
Sementara itu, kepemimpinan Polres Solok selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Rini Anggraini, perwira menengah Polri yang sebelumnya bertugas di lingkungan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gelombang mutasi juga menyentuh sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat. AKBP Derry Indra memperoleh promosi sebagai Wadirpamobvit Polda Sumbar, sedangkan jabatan Kapolres Pesisir Selatan dipercayakan kepada AKBP Ricky Ricardo, yang sebelumnya menjabat Kapolres Payakumbuh.
Di Polres Payakumbuh, posisi Kapolres akan diisi AKBP Irwan Andeta dari Korlantas Polri. Sementara AKBP Muari mendapat penugasan sebagai Kasubbag Binkar Bag SDM Rorenminops Korbrimob Polri, sedangkan Polres Agam akan dipimpin AKBP Masnoni yang sebelumnya bertugas di Divisi Humas Polri.
Rotasi juga berlangsung di Polres Pasaman. AKBP M. Agus Hidayat mendapat promosi sebagai Wadirsamapta Polda Riau, sementara jabatan Kapolres Pasaman dipercayakan kepada AKBP Adirawa Permana Anggawistara, yang sebelumnya menjabat Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar. Di Kabupaten Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto mendapat penugasan baru di Bareskrim Polri, dan kepemimpinan Polres Tanah Datar selanjutnya akan diemban AKBP Marwan Fajrin.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas. Untuk pelaksanaan serah terima jabatan, seluruh proses masih menunggu jadwal resmi dari Mabes Polri.
Bagi AKBP M. Faisal Perdana, penugasan menuju Semarang bukan sekadar perpindahan wilayah kerja, melainkan amanah baru yang membawa tanggung jawab lebih besar. Rekam jejak pengabdiannya di Ranah Minang kini menjadi bekal untuk melanjutkan pelayanan kepada masyarakat di jantung Provinsi Jawa Tengah. Kepercayaan yang diberikan institusi menjadi cerminan bahwa dedikasi, integritas, dan kepemimpinan yang konsisten akan selalu menemukan ruang untuk terus berkembang demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
TIM
